Naik | Turun

Profile

Foto Saya
mas ichang
saya hanya manusia biasa yang berjalan diatas bumi yang luar biasa dengan perilaku yang tak biasa. saya hanya lintasan sejarah yang pernah digoreskan didaun lontar peradaban. saya hanya sasaran waktu berjalan, tempat anak panah waktu itu lepas dari busurnya.
Lihat profil lengkapku
 

Rintik hujan (melow)

~ ~

Hujan begitu deras, mengguyur apapun yang dilaluinya. Ada sedikit bau tanah semerbak mengitari pusat syaraf bauku. Hebatnya air yang ketika sampai dipermukaan bumi membentuk mata tombak itu, Allah mendesignnya tak seruncing kelihatannya. Malah ujung air pada rintik hujan menyerupai parasut yang berfungsi mirip parasut rem pada pesawat ulang-alik. Yah air hujan itu sebelum membentur bumi dia akan ‘ngerem’ terlebih dahulu.

Subhanallah Maha suci Allah atas segala kecacatan, bayangkan bila air hujan itu runcing dan langsung berbenturan dengan benda yang ada di permukaan bumi, bisa koyak tak berbentuk apapun yang ditubruknya. Namun Allah Maha Sempurna atas segala ciptaanNYA. Allah sudah memperhitungkan itu.Mungkin hanya lidah manusia yang paling runcing didunia ini. Walau kelihatannya tumpul.

Dibalik jendela yang sedang hujan lebat diluarnya, pasti ada embun yang membasahi kaca-kacanya. Memberikan suhu berbeda bagi penghuninya. Kehangatan yang tak dirasakan oleh rintik hujan. Dibalik setiap lidah ada hati yang mengawalnya. Sepahit apapun lidah menusuk hati tetap menjadi fatwa akan kebenaran dan menjadi syaknya atas dosa dan kesalahan.

Dari balik jendela kutembus hujan diluar, ada kehidupan diluar sana dimana hati tak mampu bicara dan otak tak sanggup lagi meraba. Hujan itu membawa berkah tak terkira bagi kehidupan. Berawal dari setitik air tunas tumbuh, bunga-gunga mekar, binatang-binatang bangun dari tidurnya.

Dari balik jendela itu air tak bisa masuk, hanya hawa dingin yang merasuk. Namun kenapa embun tak bisa menghangatkanku?

Hatiku bagai embun-embun itu. Menempel di kefanaan dunia. Menempel di bangkai yang sedang berjalan karena memang tubuhku adalah kepalsuan. Semua didunia ini adalah kepalsuan. Keinginan dunia itu palsu, seluruh benda didunia ini palsu, bahkan tubuh ini adalah palsu. Karena apa yang dinamakan kesejatian adalah ‘sempalan dari Tuhan’ dan apa yang sejati dari diri ini hanyalah Ruh, sukma, jiwa. Tiupan dari yang abadi akan selalu sejati. Celupan indah dari Yang Maha Sejati

Jasad ini akan mati, namun tidak bagi kesejatian. Hati ini jasadi, palsu, yang abadi hanyalah apa yang dipercaya oleh hati. Hasil otak manusia itu palsu bahkan otak pun palsu yang sejati adalah kenangan yang pernah singgah.

Dari balik jendela kutatap hujan yang semakin deras. Diatas langit burung layang-layang bak kebal air. Melayang tak peduli hujan, atau malah diatas sana tidak ada air sedikit pun. Karena air hanya ada dilapisan langit paling bawah. Atau burung-burung itu sedang memeberitahukan bencana yang akan atau sedang terjadi. Bencana sedang terjadi, dunia sudah mulai menua. Kiamat segera datang, Lalu diposisi mana aku sedang berdiri?
Hujan semakian deras saja, namun tak kutatap lagi jendela, mataku sudah kesat. Hatiku semakin berkarat. Kesadaranku semakin terkesiap. Dan kini seorang gagah dan seperti tak habis dari perjalanan jauh duduk disampingku dan berkata.

”tenanglah, SPPD-mu telah disiapkan tuk berangkat ke kota yang belum dijamah jasad selain nabi!”

-hujan itu mengingatkanku akan ibu –
Read More..

Rasa "buku" di dunia

~ ~

Tujuan kali ini adalah toko buku, kebetulan toko buku yang hendak ditelusuri adalah toko buku terbesar dikota ini. Dengan fasilitas yang memuaskan dan yang terpenting adalah pelayanan yang benar benar siip. Di zaman ini sebuah bisnis akan mendatangkan banyak konsumen adalah dengan menonjolkan sisi pelayanan. Dengan persaingan terbuka murni pebisnis akan berlomba-lomba mengembangkan nilai plus dalam usahanya dan pelayanan adalah face atau tampak depan yang diharapkan mampu memberi kesan mendalam bagi konsumen.

Kembali ke toko buku yang saya tuju, pelayanan memang luar biasa bahkan toko buku yang berkonstruksi 2 lantai itu disetiap bagian penjualan memiliki lebih dari 3 pelayan yang berarti setiap pengunjung akan mendapat pelayanan extra. Lantai 1 adalah untuk perlengkapan kantor dan aksesoris. Dan yang ku tuju adalah lantai 2 tempat rak-rak buku tertata rapi.

Ketika anak tangga terakhir ku injak tuk sampai di lantai 2, jajaran rak-rak tertata rapi disebelah kiri dan kanan. Terpajang warna-warni cover buku menghampar seluas mata memandang dan hanya dibatasi oleh tembok paling ujung. Dengan label label pengelompokan di bagian atas rak menempel tepat dibagian atas rak buku-buku tersebut. Dan tergantung pembagian jenis buku dilangit langit.

Dalam garis besarnya pembagian itu terbagi menjadi bacaan dewasa disebelah kanan dan bacaan anak-anak disebelah kiri. Dikatakan dewasa karena label yang terpampang berisi hal hal yang sulit dipahami anak-anak, seperti sastra, agama, computer,social, Negara , pengembangan diri dan banyak lagi label-label lain yang tak bisa kusebutkan karena lupa.
Disebelah kiri adalah area anak-anak ditandai dengan pemasangan label yang lebih beraneka warna, dan penuh dengan gambar kartun dan tokoh animasi yang pasti menarik bagi anak-anak. Label yang tertera antara lain, komik, buku bergambar, mewarnai, kreasi dan lain lain sangat khas anak-anaknya.

Di langkah ini pun aku tertegun, baru hendak masuk pun pilihan sudah terpasang didepan mata, apakah kulangkahkan kakiku kesebelah kanan tuk mencari buku-buku bacaanku atau kesebalah kiri tuk memberikan ekspresi gembira pada wajah anak-anakku ketika kuhadiahi mereka buku.
Dala pribadi manusia kebanyakan ada 2 karakter yang berusaha saling menonjolkan diri, sifat kekanak-kanakan dan kedewasaan. Kedewasaan pada anak-anak akan tertutupi oleh sifat aslinya dan sifiat kedewasaan apda dewasa tidak selalu menonjol. Ada sifat-kanak-kanak yang masih melekat. Dan inilah pilihan yang harus diberi porsi, apakah anda akan member porsi kanak-kanak anda melebih kedewasaan anda sehingga dunia anda adalah dunia bermain, penuh canda tawa tanpa ada konsekuensi dan tanggung jawab? Ataua anda akan mendewasakan setiap langkah hidup anda? Tak salah pepatah mengatakan bahwa “ tua itu pasti, namun dewasa adalah pilihan”.

Memang ketika memasuki wahana buku ini tiada tujuanku tuk mencari buku jenis apa, yang kutahu aku hanya ingin masuk kedalam toko buku itu dan seperti kebiasaan yg sudah –sudah harus ada 1 buku yang kubeli karena sudah kusiapkan dananya.

Seperti halnya kehidupan ini memasuki toko buku itu manusia tidaklah memiliki tujuan yang pasti yang ada adalah bahwa manusia diciptakan adalah dengan tujuan untuk menjadi hamba. Hamba dari Tuhan. Hamba yang penuh dengan kelemahan, penuh dengan kekurangan dan hamba yang diwajibkan tunduk kepada Tuhannya. Tiada pilihan lain.
Seperti halnya jalan masuk tuk ke lantai 2 toko buku itu, manusia tidak diberi pilihan untuk masuk kedunia ini. Tuhan telah memilihkan dari rahim mana kita akan masuk. Dan hanya 1 jalan masuk itu yang diperkenankan. Tiada pintu masuk darurat atau pintu alternative.

Dan dunia yang kita tempati telah memberikan banyak sekali alternative tuk kita jalani. Seperti label label yang disematkan di rak-rak buku itu. Layaknya pilihan hidup yang hendak kita jalani.

Tujuan akhir kita masuk kedunia adalah untuk membawa pulang pilihan kita, membelinya dengan dana yang diberikan kepada kita dan menukarnya dengan buku yang bermanfaat, bukan buku yang kita sukai.

Kita dihadapkan dengan banyak sekali buku di rak-rak yang sudah diberi label tadi, pilihan sulit dalam hidup ini bukan hanya 2, 3 atau 4. Ribuan pilihan hidup dipampangkan di muka kita dan kita diwajibkan hanya memilih 1 buah buku tuk kita bawa pulang nantinya.

Kebiasaan ku ketika hendak membeli sebuah buku tuk ku bawa pulang adalah. Mengintip setiap buku setidaknya ku tahu resensi yang tertulis dibagian belakang buku. Bila perlu membacanya sedikit sehingga tahu apakah buku itu layak kubawa pulang atau tidak.

Waktu dalam hal ini tidak pernah kuperhatikan karena rentang kita hiduppun tidaklah pernah kita tahu. Einstein pernah berkata. “tidaklah lebih baik orang yang pernah melihat masa depan daripada orang yang merencanakan masa depan”. Waktu bukanlah hal yang harus terus dilihat dan diperhatikan. Waktu hanyalah batasan rentang yang harus kita manaje sebaik-baiknya.

Akhirnya bila harus menyesali sebuah buku yang kubeli setidaknya aku telah bersyukur dengan melihat buku-buku yang lain. Dengan mengecap setiap rasa kehidupan aku sudah merasa puas dengan apapun yang hendak kubawa pulang kelak. Karena berarti yang kubawa pulang itulah yang terbaik dan bermanfaat bagiku dan orang-orang disekitarku.

Inspirasi : “yah, kata bosku bertanya. masihkah bergelut dengan dunia motor antik? Berteman dengan orang orang “hitam” itu? Masihkah membekam orang? Mengikuti kajian dengan ustadz? Masihkan hobi mancing? Masihkah …..?”sergah istriku…

Dan masihkah-masihkah yang lain yang mempertanyakan aktifitasku yang oleh banyak orang dianggap plin-plan. Tidak kawan aku tidaklah plin-plan, aku hanya ingin mengecap setiap rasa didunia ini. Hingga bisa kubandingkan mana rasa terenak bagi lidahku dan hatiku.
Read More..

fungsikan walau hanya diawal

~ ~

Seorang anak kecil bermain mainan klasik biasa kita sebut gasing, gasing jaman dulu tak berbeda jauh dengan gasing modern yang sering kita temui dimainkan dengan cara diputar. Gasing ini dimainkan dengan melilitkan benang atau tali disekeliling badan gasing dan kemudian menariknya kencang-kencang hingga badan gasing terlempar sembari terputar kencang. Saking kencangnya tarikan tali tadi pada badan gasing, gasing bisa berdiri tegak diatas tanah sambil mempertahankan medan potensialnya sendiri. Hanya dengan tali kecil yg dililitkan gasing itu dapat bekerja sesuai namanya, gasing.

Alat yang dibutuhkan hanya tali kecil yang dililitkan agar gasing bisa berputar kencang dan menjadi mainan anak-anak bahkan dewasa jaman dulu. Tali kecil tadi hanya sarana tuk membut proses berputarnya gasing menjadi sempurna.

Layaknya sebuah genset yang harus ditarik oleh sebuah tali agar mesin dapat hidup dan menjadi energy cadangan ketika listrik tak lagi bisa diandalkan. Mesin pembangkit listrik kecil ini sangat handal ketika aliran listrik dari perusahaan pemonopoli listrik byar pet. Sama seperti gasing ,tali kecil pada genset berfungsi sama yaitu sebagai media kecil untuk memfungsikan sebuah mesin besar. Tali ini biasanya terselip diantara gundukan mesin genset rapi didalamnya, dan akan terlihat fungsinya ketika pertama kali akan memfungsikan genset tadi.

Tarik ujungnya dan kumparan didalam system pembangkitan energy tadi akan bekerja maksimal. Tanpa tali ini genset mungkin tidak akan pernah nyala dan fungsinya pun tidak akan bisa dimaksimalkan. Hanya dibutuhkan sebuah tali kecil tuk menjadikan genset layak disebut genset. Tak terbayangkan kan apabila genset ini tak dilengkapi tali? Atau bila anda menemukan genset yg lebih modern fungsi tali ini telah digantikan oleh elektrik starter.

Begitupun ketika hendak menghidupkan motor kita, ketika teknologi elektrik starter belum ditemukan bilah besi tunggal yang dipasang di sebelah kanan motor yg langsung berhubungan dengan jantung bergeraknya mesin disematkan. Nama besi itu adalah kick starter. Walau cara kerja kick starter berbeda dengan tali pada genset namun fungsi yang diinginkan adalah sama, yaitu sebagai media yg disematkan tuk menyalurkan tenaga awal kepada jantung mesin agar bekerja semestinya dan menjadi pembangkit energy utama.

Dibutuhkan media atau alat untuk menghasilkan output yang jauh lebih besar. Kecil dan kadang diremehkan keberadaannya, namun tanpa alat ini jangan harap energy besar yang diinginkan akan timbul dan menjadi pendorong bergeraknya sebuah mesin. Tak bisa dibayangkan bila gasing tadi kita putar pakai tangan, hanya beberapa detik gasing tadi akan mandeg.

Bagaimana pula bila genset tadi tak disertakan tali tuk memfungsikan mesin utamanya, tidak akan mungkin fungsi pembangkit cadangan akan terlihat. Genset hanya akan menjadi besi tua yang mudah berkarat dan tak memiliki arti. Ketika listrik padam genset hanya akan menjadi alas bagi debu karena sebuah elemen kecil yang diremehkan hilang. Tali penggerak dekselnya hilang.

Tak juga akan bergerak dari satu tempat ke tempat lain bila mesin motor tak dilengkapi kick starter. Apalah arti busi, cdi, coil dan mesin bila tuk memulai sebuah kinerja tak ditemui elemen penggeraknya dalam hal ini kick starter tadi.

Mungkin ketika semua proses telah terjadi, tali pada gasing, tali pada genset dan kick starter pada motor tidaklah dibutuhkan lagi, namun tanpa elemen kecil ini proses pun tidak akan pernah berlangsung.

Bayangkan bila mesin tadi adalah sebuah kumpulan manusia baik itu desa, kota, propinsi, negara ataupun dunia. Dan proses yg terjadi adalah sebuah peradaban. Bisakah kita menjadi tali gasing, tali genset atau kick starter pada motor?

Bisakah kita menjadi penggerak awal itu? Cukup penggerak awal tuk membuat gambaran sebuah peradaban pada komunitas sosial. Tak perlu kita bayangkan apakah ketika proses itu kemudian berjalan kita masih tetap berfungsi atau tidak. Cukuplah kita sebagai perintis terjadinya sebuah perubahan. Yang saya maksud sekarang bukan besok, kelak atau suatu hari nanti… sekarang kawan!
Read More..
Related Posts with Thumbnails
 
© 2009 - Masichang
IniMinimalisKah is proudly powered by Blogger