Ketika kutanya padamu kisah kita dulu
Tentang sebongkah awan yang kutunjukkan padamu
Ketika itu kita diatas sebuah kapal
Yang membawa kita ke tempat kita bertemu
Kutunjukkan padamu sebongkah awan yang sedang bergumul
Diangkasa dan membentuk jatidirinya sendiri
Diatas sana kuingin kamu membayangkan sesuatu
Sesuatu yang sedang kau simpan dihatimu
Dan tunjuklah satu bentuk awan tuk kau imajinasikan
Dan kau bilang kamu tak menemukannya disana
Lalu kutunjuk satu bentuk awan
Dan kukatakan apa yang ada dihatiku saat itu
Bahwa aku menemukan wajahmu diatas sana
Kubentuk awan itu sehingga menyamai wajahmu yang anggun
Lalu kau katakan bahwa itu tak mungkin
Tapi kuyakinkan padamu bahwa itu memang terjadi
Dan kutunjukkan awan itu padamu
Dan kau hanya diam, dingin merasakan lembut angin
Kini ketika rindu menepis tiap ingatan akan dirimu
Kukatakan itu padamu
Kungatkan padamu tentang rekaman itu
Kuingin kamu tunjuk satu awan dan katakan padaku
Apa yang sedang kau simpan dihatimu
Apa yang kau lihat disana
Dan kaupun menjawab dengan birunya harumu
"aku ada disampingmu,berdiri memandangmu"
dan kau tunjuk satu awan
lalu kau diam tak bergeming dari tempatmu menatapku
hingga kini pun aku tak tahu apa yang kau bayangkan
apa yang ada dihatimu,apa yang sedang kau rasa
Setelah SMI dipinang oleh World Bank, dan setelah setelah yang lain yang membuat putra-putra terbaik bangsa ini ‘dikeluarkan’ secara paksa oleh bangsa sendiri. Bisa disiratkan bahwa semakins edikit orang pintar putra asli bangsa Indonesia yang akan setia mencurahkan kemampuan terbaiknya bagi bangsa sendiri.

Jangankan jadi Menkeu, jadi Lurah saja orang sudah gemetaran karena mtekanan yang luar biasa baik tekanan dari lawan politik juga tekanan dari duit. Maka kenapa semakin sedikitlah orang pintar yang akan membesarkan bangsa ini.

Nah sisanya ya jadinya seperti ini.

Bukanlah barang baru bila batu meteor juga menjadi salah satu ‘buruan’ para pembuat keris. Pantas saja di lokasi kejadian jatuhnya meteor Duren Sawit berdatangan warga-warga dari luar kota yang ‘memburu’ batu yang dipercaya memiliki jimat itu.
Tapi bagi Thomas Djamaluddin, Profesor Astronomi dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), mereka yang tetap percaya dengan hal magis itu tidak menjadi masalah.
“Bagi ilmuwan, batu meteor itu sangat berguna untuk ilmu pengetahuan,” kata peneliti yang akrab disapa Djamaluddin ini, Senin 3 Mei 2010.

Meski demikian, Djamaluddin rela ‘berbagi’ dan menghormati mereka yang mempercayai ‘kemampuan lain’ batu meteor itu.
Tetapi bagi Lapan, bongkahan batu meteor itu, bila ditemukan sangat berguna untuk penelitian astronomi di Indonesia. Lapan masih membutuhkan batu itu untuk memperkuat bukti indikasi meteor jatuh di Duren Sawit.

“Yah kita bagi-bagi dengan mereka yang punya kepercayaan masing-masing,” ujarnya. Tapi yang dimaksud Djamaluddin tentunya bukan berbagi barang bukti itu dengan mereka.

Sejak kemarin, sejumlah warga luar Duren Sawit, bahkan dari Jawa Tengah sengaja datang ke lokasi jatuhnya meteor. Mereka ‘mengadu nasib’ dengan mencari sisa-sisa batu meteor itu untuk dijadikan jimat atau keberuntungan.

H Budi Hartoyo, warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian mengaku melihat warga luar Duren Sawit yang memburu batu itu.

“Tadi sempat ada yang nanya saya, pecahan batu melejitnya ke mana ya? Ada yang lihat pak?,” tanya seorang ibu dari Wates, Jawa Tengah, kepada Budi, kemarin.

Ibu-ibu itu, kata Budi, tidak sendiri ia pergi dengan dua temannya. “Saya pikir, aneh-aneh saja ya orang mencari batu, meteor kok dijadikan jimat,” tuturnya.

Sumber : http://joglopos.com/berburu-batu-meteor-untuk-dijadikan-jimat.htm

Sambil nyanyi lagu ciptaan SONNY JOZS yang judulnya MINGGAT

Sri, kapan kowe bali
Kowe lungo ora pamit aku
Jarene neng pasar, pamit tuku trasi
Nganti saiki kowe durung bali

[Reff:]
Sri, opo kowe lali
Janjine sehidup semati
Aku ora nyono kowe arep lungo
Loro atiku, atiku loro

Ndang balio.. Sri
Ndang balio…o

Aku loro mikir kowe
ono ning endi

Ndang balio.. Sri
Ndang balio.. o

Tego temen kowe minggat
ninggal aku
Yen pancene Sri
kowe eling aku

Ndang balio
Aku kangen setengah mati
(Sri kowe nong endi to Sri?
ndang balio to Sri
aku kangenn…. banget)
Pagi ini Hujan tidak lah terlalu deras mendera bumi, dan awan tidak lah terlalu hitam memayungi langit. Namun hawa dingin sangatlah dalam menusuk-nusuk tulang. Pagi ini seperti pagi-pagi sebelumnya adalah awal dari segala aktivitas yang ku kerjakan, bersama geliat kota ini memulai aktivitas rutinnya. Anak saya yang hendak berangkat sekolah bersamaan dengan anak-anak lain yang juga menembus rintik hujan, ibu-ibu bersorban ‘jarik’ dan memanggul sayuran bergerak serentak ke pasar tradisional di dekat rumah. Bapak-bapak pekerja bersama memanggul beban meninggalkan keluarganya demi sebuah harapan, sore nanti semoga sekantung berkah dan rezeki dapat dibawa pulang untuk keluarga-keluarga kecil mereka.

Ritme indah dipagi ini berlaku juga bagi diriku, memanggul asa demi seberkah barokah dalam memberikan penghasilan kepada keluarga kecilku. Di sela-sela terpaan gelombang badai yang terus menerus menggerus tak enggan berhenti barang sedetik. Namun apa dikata sebuah pilihan hidup yang kujalani adalah konsekuensi seumur hidup yang harus kulalui. Mengingatkan pengabdian terbaik kepada sebuah institusi adalah dengan membeli waktu yang tersisa untuk bisa mengganti recehan-recehan perak dan remahan-remahan nasi.

Di sela-sela lamunan dalam perjalanan hujan rintik-rintik itu, mataku selalu terkesiap setiap melewati pertigaan atau perempatan yang ramai di jalanan kotaku. Tak ayal hati ini berbunga-bunga melihat kenyataan itu. Sebuah pengabdian tulus tak terkira, dalam-dalam lubuk hati menaruh rasa hormat kepada sosok yang tetap tegak berdiri di tengah jalan, bermantel putih, dengan bendera kecil birunya mengatur setiap laju kendaraan di persimpangan itu.

Gerimis bukanlah sebuah halangan dalam pengabdian. Saya berhenti sejenak membunyikan klakson kecil 2 kali, tersenyum lebar. Entah bangga, haru atau hormat semua berkumpul menjadi satu. Benar-benar ingin ku sampaikan maksud hati kepadanya dalam bentuk isyarat yang mudah terlihat. Kami bangga kepadamu…!!!

Biarlah para Jenderalmu perang bintang, biarlah para kumendanmu saling sikut dan bernyanyi. Namun anda lah yang memberikan wajah kepada masyarakat bahwa setiap tindakan adalah gambaran sikap tugas. Anda lah point-point kode etik itu, membawakan atribut kehormatan bagi rakyat, Bahwa pengabdian adalah sebuah tanggung jawab.

Walau saya adalah seorang pegawai di instansi pemerintah, dalam hal ini saya adalah rakyat awam yang menikmati hasil pengabdian seorang aparat pemerintah.
Di ruangan yang tak lebih besar dari setengahnya lapangan futsal itu biasanya dikumpulkan para Wajib Pajak untuk diberi petunjuk pengisian SPT Tahunan dalam Rangka lebih memperjelas cara pengisian SPT Tahunan. Mengingat metode Self Assessment yang digalakkan pemerintah dalam pengurusan pajak. Metode yang melibatkan langsung para Wajib Pajak dalam perhitungan, pengisian dan pelaporan urusan Perpajakannya kepada Negara. Sehingga diharapkan masyarakat akan sadar pajak dengan sendirinya. Mampu dan bisa menghitung kewajiban perpajakannya secara mandiri. Sehingga praktek-praktek yang biasanya melibatkan ketidak tahuan Wajib Pajak akan kewajiban perpajakannya dapat segera diminimalisir.

Kegiatan mengumpulkan para Wajib Pajak di satu ruangan yang dilengkapi projector dan slide- slide materi tata cara dn tips pengisian SPT Tahunan ini sudah berjalan kira-kira 2 minggu lamanya. Mengingat batas akhir penyampaian pelaporan yang semakin dekat dan semakin melubernya para Pelapor di akhir waktu pelaporan maka kegiatan ini dianggap akan membeirkan manfaat yang besar dalam hal pemberian wawasan dan pengetahuan perpjakan kepada khalayak khususnya Wajib Pajak yang berkepentingan.

Dalam hal ini ada beberapa Wajib Pajak yang sudah malas untuk menerima kuliah singkat ini, entah karena sempitnya waktu yang dimiliki atau, memang sudah taks anggup lagi memikirkan hal-hal yng menurutnya tak menghasilkan profit. Dalam hal ini banyak sekali yang digagas oleh tiap Kantor Pajak dalam penanaman lebih lanjut tentang Self Assessment ini. Bisa melalui Help Desk yang disediakan di tiap kantor sampai pada pojok pajak-pojok pajak yang tersebar di pusat-pusat keramaian. Yang menyediakan informasi- informasi yang dibutuhkan Oleh Wajib Pajak. Bahkan Tahun ini Kantor Pajak juga menyediakan mobil Pajak keliling yang mobile disetiap sudut kota. Beruntung bila mobil-mobil pajak keliling itu mendekati lokasi anda beraktifitas sehingga bisa meluangkan waktu tuk sekedar mencari informasi atau meminta petunjuk pengisian SPT Tahunan.

Dalam kesempatan ini saya juga berusaha memberikan apa yang saya pahami dalam pengisian SPT Tahunan ini. Sehingga silahkan mempraktekkan bagi siapa saja yang membutuhkan.saya memberikan tutorial ini dengan cara saya yang mungkin agak berbeda seperti yang diajarkan oleh para pegawai pajak lain. Namun dengan hasil yang sama dan cara yang lebih bsia dimengerti. Ok..!! let’s try..!!!

SPT Tahunan Orang Pribadi dibagi dalam 3 formulir yang bisa dipilih oleh anda tergantung jenis kegiatan anda dalam memperoleh penghasilan.Untuk kali ini saya hanya akan memberikan penjelasan SPT OP yang khusus untuk Karyawan atau pegawai.

1. SPT Tahunan Orang Pribadi SS (Sangat Sederhana) dengan kode 1770 SS

Adalah formulir SPT Tahunan Orang Pribadi yang diperuntukkan bagi karyawan, pegawai, dan orang pribadi yang digaji atau diupah atau mendapat penghasilan dari pemberi kerja. Dimana pengasilan kotor (bruto) yang diterima dalam kurun waktu 1 tahun kurang dari Rp.60.000.000, maka formulir 1770 SS yang anda isi beserta lampiran formulir 1721-A1 yang dapat diperoleh dari pemberi kerja anda.

Dibawah adalah contoh bentuk SPT OP SS (1770-SS)

*)Kolom yang berwarna biru muda harus anda isi wajib mencantumkan tanda tangan atas nama yang memiliki NPWP.
Dibawah adalah petunjuk pengisian SPT OP SS (1770-SS)

Untuk pengisian SPT OP SS sepertinya saya tidak perlu lagi memberikan penjelasan karena bentuknya yang sangat sederhana dan tidak membutuhkan perhitungan apapun kecuali hanya mencantumkan total aset/harta yang dimiliki dan kewajiban/hutang yang harus dilunasi. Sekaligus di dalam formulir itu juga sudah ada petunjuk pengisian.

2. SPT Tahunan Orang Pribadi S (Sederhana) dengan kode 1770-S

Adalah formulir SPT Tahunan Orang Pribadi yang diperuntukkan bagi karyawan, pegawai, dan orang pribadi yang digaji atau diupah atau mendapat penghasilan dari pemberi kerja. Dimana pengasilan kotor (bruto) yang diterima dalam kurun waktu 1 tahun lebih dari sama dengan Rp.60.000.000 dan tidak mempunyai penghasilan lain selain bunga bank dan/atau bunga koperasi, maka formulir 1770 S yang anda isi beserta beberapa lampiran yang harus dilampirkan :

Lampiran yang melengkapi formulir 1770 S antara lain :
a. formulir 1721-A1 yang dapat diperoleh dari pemberi kerja anda.
b. Daftar keluarga/ fotocopy Kartu Keluarga (dilembar terakhir sudah ada kolom jadi boleh dilampirkan boleh tidak)

Untuk cara pengisian SPT dengan kode 1770-S saya kasih tips agar enak ngisinya. Yaitu mengisi lembarnya dari halaman paling belakang. Jadi seluruh formulir SPT 1770-S ini ada 3 halaman. Nah mari kita mulai isi dari halaman paling belakang yaitu halaman dibawah ini.
Halaman 3

Halaman 2

Untuk mengisi lembar Halaman utama atau Halaman 1 terlebih dahulu anda harus menerima lembar 1721-A1 dari Bendahara pemberi kerja anda. Karena lembar 1 ini sama persis isinya dengan yang ada di lembar 17721-A1, anda hanya menyalinnya dan menuliskannya ulang di halaman 1 ini.

Seperti inilah bentuk lembar 1721-A1

Halaman pertama formulir 1770 S


Keterangan :
*) kolom 7 : PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) untuk Tahun 2009 ditetapkan sebesar
TK/0 ,Tidak Kawin tidak memiliki tanggungan :…………………………………………………………..Rp.15.840.000,-
TK1/K0 ,Tidak Kawin 1 tanggungan/Kawin tidak memiliki Tanggungan :…………………….Rp.17.160.000,-
TK2/K1 ,Tidak Kawin 2 Tanggungan/Kawin 1 Tanggungan :………………………………………..Rp.18.480.000,-
TK3/K2 , Tidak Kawin 3 Tanggungan/Kawin 2 Tanggungan :……………………………………….Rp.19.800.000,-
K3 ,Kawin 3 Tanggungan :…………………………………………………………………………………………..Rp.21.120.000,-
K/I/3 ,Kawin istri berpenghasilan 3 Tanggungan :……………………………………………………….Rp.36.960.000,-

*) kolom 9: Lapisan Penghasilan kena pajak (PKP)

Sampai dengan Rp.50.000.000,- Tarif : 5%
Diatas Rp.50.000.000,- s.d Rp.250.000.000,- Tarif : 15%
Diatas Rp.250.000.000,- s.d Rp.500.000.000,- Tarif : 25%
Diatas Rp.500.000.000,- Tarif : 30%

Jangan lupa untuk selalu mengisi Data yang diminta di kolom-kolom keterangan identitas dihalaman paling awal.
Nama, NPWP, Alamat, Nomor yang bisa dihubungi. Dan tahun SPT.

Begitulah cara singkat mengisi SPT Tahunan karyawan dengan cara saya yang ringkas dan ngga ribet. Semoga bermanfaat. bila ada pertanyaan silahkan bertanya.

Untuk SPT Tahunan Orang Pribadi (pengusaha atau Wirausaha) akan segera menyusul.

oh ya ini link anda untuk mendownload formulir SPT Tahunan Orang Pribadi dan tinggal isi , tinggal print... lebih tokcer to..!

Download SPT Tahunan Orang Pribadi 1770-SS (excel)
Download SPT Tahunan Orang Pribadi 1770-S (excel)


Download SPT Tahunan Orang Pribadi 1770-SS (Pdf dengan rumus)
Download SPT Tahunan Orang Pribadi 1770-S (Pdf dengan rumus)


semoga bermanfaat.
Seseorang pernah menanyakan apa sih sebenarnya diri mansia itu? Apa kah sebenarnya hakekat penciptaan manusia itu? Kadang pertanyaan sepertiitu pun lazim terucap atau bahkan terbersit di rentang pemikiran yang memang Allah karuniakan kepada makhluk manusia. Toh setiap ujung drai pikiran itu adalah bersumber dan akhirnya akan bermuara kembali kepada Allah SWT.

Namun tak jarang pikiran itu mengembara melewati batas yang telahditentukan oleh Allah SWT. Batas yang sebenarnya sangatlahjelas menjadi kabur Karena kebebasan yang tak bertanggung jawab. Lebih tragis bila harus mengungkapkan pemikiran dan mengumbarnya tanpa sadar bahwa wilayah wihdatul wujud terlampaui.

Teringat sebuah kisah penyesalan Imam Alghazali diujung umurnya. Fiqh adalah salah satu ilmu yang begitu dikuasi oleh Alghazali sejak muda, namun itu bukanlah benteng kuat untuk menangkis masuknya pemikiran dalam jebakan penyatuan Tuhan akan diri ini. Terjebak dalam tassawuf berlebihan Imam Alghazali akhirnya menyadari ke’melencengannya’ dengan sungguh-sungguh bertaubat siang dan malam, namun segala kehendak dan akibat Allahlah segala penentuNYA.
Setiap manusia terlahir dalam keadaan fitrah,

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Ar-Ruum :30)

Yang dimaksud fitrah Allah di sini adalah ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan. Satu-satunya agama Tauhid dan agama terakhir yang diturunkan Allah kebumi ini adalah agama yang dianut oleh Muhammad dan ummatnya. Islam adalah rahmatan lil alamin yang terakhir dan yang telah disempurnakan.

Hakekat manusia itu adalah tercipta sebagai Makhluk, produk dari Allah. Setiap apa yang diciptakan oleh penciptanya haruslah tunduk dan taat kepada aturan yang ditetapkan oleh pembuatnya. Karena manusia adalah produk Allah maka fitrah yang harus ditaati adalah tunduk patuh dan taat terhadap setiap apa-apa yang diperintahkan dan menghindari setiap apa yang dilarang.

Bila kaitannya manusia sebagai makhluk maka apa yang harusnya dimiliki oleh seorang makhluk? kelemahan yang mutlak. Manusia itu cenderung lemah,

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.(An-Nisaa :28)

Bila kita mau mengakui betapa banyak sifat lemah yang disertakan Allah kepada penciptaan makhluk yang bernama manusia ini.

Manusia Telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera. (Al-Anbiyaa :37)

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. (Al-Ma`aarij :19)

Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, (Al-Ma`aarij :20)

Katakanlah: "Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, Karena takut membelanjakannya". dan adalah manusia itu sangat kikir. (Al-Israa` :100)

Dan Sesungguhnya kami Telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran Ini bermacam-macam perumpamaan. dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.(Al-Kahfi :54)

Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,(Al-Ahzab :72)


Bila harus melihat kenyataan ini, betapa lemah manusia itu, apa lagi yang menjadikan alasan bagi manusia untuk menentang Penciptanya diantara begitu banyak kelemahan ini. Bahkan asal mula penciptaan manusia jugalah hanya dari segumpal barang hina, tanah tembikar hitam legam.
Namun bukanlah kesombongan ketika Allah memulyakan manusia dari sekian banyak makhluk yang pernah diciptakan Allah

"Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan Aku termasuk orang-orang yang dimuliakan". (Yassin : 27)

Yaitu buah-buahan. dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan, (As-shaffat :42)


Bukanlah alasan pula untuk menjadi sombong takabbur karena hakekat mulya disini bukanlah dengan sendirinya, namun berdasra pengangkatan oleh Allah sebagai makhluk paling mulia. Tiada daya dan upaya melainkan karena pertolongan Allah, pun bila Allah menghendaki kemuliaan itu akan sirna dengan seketika, maka kenapa dalam setiap literature dalam Alquran kata mulia bagi manusia adalah selalu menggunakan kata dimuliakan dan tidak pernah berdiri sendiri, lantas dengan alasan apalagi manusia harus sombong dan takbbur? Astaghfirullah.

Bila manusia sudah menyadari akan kemakhlukannya dan Allah menempatkan manusia dalam sisi sebagai makhluk yang lemah dan di lain sisi sebagai makhluk yang dimulyakan kemudian Allah memberikan beban kepadanya(Mukallaf). Manusia diberikan beban yang salah satunya mendapat keringan oleh Allah dalam peristiwa isro` mi`raj melalui nabiNYA. Mencerminkan bahwa ibadah adalah beban yang harus ditanggungkan kepada manusia.

Bermula dari beban maka tolok ukur ibadah akan berkembang tergantung manusia menyikapinya sebagai kewajiban ataukah sebagai kebutuhan. Manusia yang terpatok menganggap ibadah sebagai beban kewajiban maka akan terlihat betapa kering setiap pemaknaan akan tindakannya. Namun lihatlah cahaya yang memancar dari manusia yang menganggap beban ini sebagai kebutuhan? Kebutuhan yang begitu besarnya akan kemakhlukan dan kelemahannya. Karena apa yang kita kerjakan sekarang adalah pilihan kita kelak. Pilihan yang seadil-adilnya dari yang Maha Adil.

Dan yang terakhir dalam kaitan hakekat manusia adalah 2 atsar yang menerangkan kesanggupan, kedemokratisan, dan keluasan Allah sebagai penguasa sekalian alam termasuk manusia didalamnya. Bahwa manusia diberi kebebasan (Mukhoyyar), kebebsan memilih, kedemokratisan berpikir dan bertindak. Allah tidak akan melarang manusia untuk keluar dari agama NabiNYA, Allah juga menyediakan tempat seluas-luasnya bagi para pembangkang, tak dikurangi rezekinya didunia bagi para pengkhianat. Dan Allah juga tidak memaksakan manusia untuk mempercayaiNYA. Kebebasan itu namun terikat erat dengan Al-Mujazzi, yaitu konsekuensi atau balasan.

Almujazzi atau konsekuensi dari tindakan dan balasan ini sangatlah adil bahkan Allah berfirman,
(Luqman berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (Luqman :16)

yang dimaksud dengan Allah Maha Halus ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimana kecilnya. Dalam persidangan Allah tiada sedikit pun yang terlewat keadilan yang merata dan tak berpihak. Bila kebaikan maka kenikmatan yang didapat bila kedzoliman maka keburukan yang akan diderita.

Hakekat manusia yang begitu lengkap semua tertuang dalam Alquranul karim, tergantung bagaimana manusia menghayati dan mengambil tindakan berikutnya, kebebasan yang diberikan Allah tentunya kebebsan yang bertanggung jawab, baik itu berpikir ataupun bertindak. Kebebasan yang sebebas bebasnya adalah sebuah pelanggaran serius bagi hakekat manusia. Bila hakekat manusia ini diidentikkan dengan HAM (Hak Asasi Manusia) inilah HAM dari yang Maha Adil. Tiada celah dan cacat didalamnya.

Produk pendamping dan manual terpercaya dari Allah azza wa jalla. Hak asasi yang ditetapkan mencakup segala sesuatu kebutuhan dan pertanyaan manusia.