Alhamdulillah, VBAC yang dilakukan istri pada anak keempatnya tidak meninggalkan jahitan. Sehingga, proses recovery setelah persalinan lebih cepat. Setelah kontrol terakhir dan dokter menyatakan rahim bersih dan bagus, dia sudah seperti wanita yang sebelumnya tidak melakukan persalinan. Allah tahu bahwa kami jauh dari keluarga besar kami, sehingga Allah mengurangi segala keibetan pasca persalinan. Bisa saya bayangkan perhatian saya akan terbagi tiga bila proses kesembuhan pasca persalinan tidak secepat ini. Satu sisi saya harus merawat istri lebih intens, kedua saya harus merawat bayi yang baru lahir dan ketiga saya harus mengurus 3 kakaknya. Namun, semua tidak terjadi kami kembali dapat bekerjasama dengan apik tanpa bantuan keluarga yang memang lokasinya berjauhan. Kami pun tak tega merepotkan mereka, dengan memintanya datang ke rumah kami.
Pagi ketika istri melahirkan dengan sukses, sore harinya kami memutuskan untuk segera check out dari bangsal rumah sakit. Kami tahu semakin lama kami disana maka dompet saya akan semakin meradang. Begitupun kenyamanan yang jauh lebih nikmat di rumah mungil kami. Aldebaran, nama yang kami sematkan ke bayi lelaki kami juga sudah terlihat berisi. Mungkin bobotnya sudah bertambah beberapa ratus gram, kami belum sempat menimbangnya. Walau pernah mencoba menggunakan elektronic scale yang biasa kami gunakan untuk menimbang bahan kue, namun sepertinya kurang signifikan karena memang posisinya tidak muat.
Tak pernah jenuh istri melatih kemampuan aldebaran untuk menyusu di putingnya. Tak letih juga baran membuat kami lelah berusaha mengajarinya tentang pelekatan. Namun itu adalah usaha yang tak akan pernah sia-sia, disamping sebelumnya dia juga telah dilatih dengan tahnik untuk menyusu. Juga air susu istri belum terlalu lancar, namun sedotan mulut kecil yang terus menerus itulah rangsangan terbaik agar air susu lebih cepat keluar dan banyak.
Sudah berbagai macam cara dilakukan agar air susu segera keluar dengan lancer, namun hingga hari kedua belum juga sesuai keinginan. Air susu hanya keluar sedikit, mungkin memang waktu kelahiran yang terlalu maju sehingga memang belum waktunya kelenjar kelenjar susu itu terbentuk. Daun katu yang menurut orang orang tua akan manjur untuk membantu pengeluaran air susu telah kuberikan setiap hari. Madu, kurma, omega 3, minyak jintan hitam hingga kopi kapucino kegemarannya telah kubuatkan demi oksitosin yang akan memicu keluarnya ASI. Namun hingga hari ketiga air susu belum juga lancer, aldebaran semakin sering dibuat gusar namun tak pernah putus asa istri melekatkan putingnya pada mulut aldebaran. Agar rangsangan itu terus terjadi dan air susu semakin lancar. Agar baran juga tercukupi nutrisi dan asupan gulanya, tak jarang ku kunyah kurma dan kuusapkan di langit langit mulutnya. Walau sebenarnya ini bukan lagi tahnik namun untuk mencukupi rasa haus aldebaran terpaksa kurma menjadi penggantinya terlebih dahulu.
Baru kusadari bahwa durian adalah makanan kesukaan istriku, hingga sore itu kubawa pulang dua buah durian segar. Mungkin inilah makanan yang akan menjadi booster asi istriku. Sesuai prediksi awalku, hal itu terjadi tak berapa lama sejak menyantap durian bersama sama, malam itu dia bercerita sambil sumringah bahwa asi sudah keluar lumayan deras, membuat aldebaran lebih tenang bila malam tiba. Kuperhatikan memang sangat deras asi yang keluar, entah karena durian atau memang sudah waktunya keluar setelah berhari hari selalu dilekatkan kepada mulut aldebaran. Setidaknya setiap usahaku telah membuahkan hasil wa syukurillah.
Kegiatan selanjutnya dimulai kembali, yaitu pumping asi. Dengan telah derasnya aliran asi nya maka lemari es akan menjadi area susu. mungkin jatah es krim saya akan berkurang, yang pasti jatah mie instan masih ada sekitar satu kardus... hehehe
Pagi ketika istri melahirkan dengan sukses, sore harinya kami memutuskan untuk segera check out dari bangsal rumah sakit. Kami tahu semakin lama kami disana maka dompet saya akan semakin meradang. Begitupun kenyamanan yang jauh lebih nikmat di rumah mungil kami. Aldebaran, nama yang kami sematkan ke bayi lelaki kami juga sudah terlihat berisi. Mungkin bobotnya sudah bertambah beberapa ratus gram, kami belum sempat menimbangnya. Walau pernah mencoba menggunakan elektronic scale yang biasa kami gunakan untuk menimbang bahan kue, namun sepertinya kurang signifikan karena memang posisinya tidak muat.
Tak pernah jenuh istri melatih kemampuan aldebaran untuk menyusu di putingnya. Tak letih juga baran membuat kami lelah berusaha mengajarinya tentang pelekatan. Namun itu adalah usaha yang tak akan pernah sia-sia, disamping sebelumnya dia juga telah dilatih dengan tahnik untuk menyusu. Juga air susu istri belum terlalu lancar, namun sedotan mulut kecil yang terus menerus itulah rangsangan terbaik agar air susu lebih cepat keluar dan banyak.
Sudah berbagai macam cara dilakukan agar air susu segera keluar dengan lancer, namun hingga hari kedua belum juga sesuai keinginan. Air susu hanya keluar sedikit, mungkin memang waktu kelahiran yang terlalu maju sehingga memang belum waktunya kelenjar kelenjar susu itu terbentuk. Daun katu yang menurut orang orang tua akan manjur untuk membantu pengeluaran air susu telah kuberikan setiap hari. Madu, kurma, omega 3, minyak jintan hitam hingga kopi kapucino kegemarannya telah kubuatkan demi oksitosin yang akan memicu keluarnya ASI. Namun hingga hari ketiga air susu belum juga lancer, aldebaran semakin sering dibuat gusar namun tak pernah putus asa istri melekatkan putingnya pada mulut aldebaran. Agar rangsangan itu terus terjadi dan air susu semakin lancar. Agar baran juga tercukupi nutrisi dan asupan gulanya, tak jarang ku kunyah kurma dan kuusapkan di langit langit mulutnya. Walau sebenarnya ini bukan lagi tahnik namun untuk mencukupi rasa haus aldebaran terpaksa kurma menjadi penggantinya terlebih dahulu.
Baru kusadari bahwa durian adalah makanan kesukaan istriku, hingga sore itu kubawa pulang dua buah durian segar. Mungkin inilah makanan yang akan menjadi booster asi istriku. Sesuai prediksi awalku, hal itu terjadi tak berapa lama sejak menyantap durian bersama sama, malam itu dia bercerita sambil sumringah bahwa asi sudah keluar lumayan deras, membuat aldebaran lebih tenang bila malam tiba. Kuperhatikan memang sangat deras asi yang keluar, entah karena durian atau memang sudah waktunya keluar setelah berhari hari selalu dilekatkan kepada mulut aldebaran. Setidaknya setiap usahaku telah membuahkan hasil wa syukurillah.
![]() |
| Hasil perahan perdana |




.jpg)

