Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan : "Para malaikat disini mengatakan bahawa besok engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah"?

Dan Tuhan menjawab, "Saya telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."

"Tapi disini, di dalam syurga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."

"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."

"Dan bagaimana saya boleh mengerti saat orang-orang bercakap kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?"

"Malaikatmu akan bercakap kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara kamu bercakap."

"Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?"

"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."

"Saya mendengar bahawa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?"

"Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal tersebut mungkin dapat mengancam jiwanya."

"Tapi, saya pasti akan merasa sedih kerana tidak melihatMu lagi."

"Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu boleh kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."

Saat itu Syurga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya perlahan, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bolehkah Kamu memberitahuku nama malaikat tersebut ?

"Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu."

Ingatlah selalu kasih sayang ibu, berdoalah untuknya dan cintailah dia sepanjang masa.


Add to Technorati Favorites
Segalanya bermula dari kata, tulis seorang penyair. ”kita percaya pada Tuhan pun karena kata-kata.” begitu selanjutnya. Memang, barangkali ada benarnya, jika dikatakan bahwa “kata” merupakan awal dari setiap gerak manusia. Orang sering menyebut ”kata” sebagai abstraksi dari kenyataan gerak yang diragakan oleh makhluk manusia. Dengan ”kata”, bisa dilakukan komunikasi, diketahui pikiran orang perorang, disingkap makna-makna yang implisit dan eksplisit, serta simbol komunikasi lainnya.

Kata adalah bunga atau hasil yang dimampatkan oleh lidah dalam makna dan arti. Wujud konkrit dari gugusan ide yang ada dikepala. Kalau ada seoarang anak yang belum genap 5 tahun ketika mengutarakan keinginannya, akan berusaha sebisa mungkin memakai kata-kata, meski dengan terbata-bata. Dipasar orang tawar-menawar harga, dimasjid khotib sedang menyampaikan khotbah. Disekolah guru mengajar, semua menjadi mungkin dengan ”kata”

Lemparkan sebuah kerikil diluasnya danau, niscaya gelombang akan terjadi. Mempengaruhi tenangnya danau dengan riak yang melingkar semakin lama semakin menjauh dan kemudian menghilang. Namun yang perlu diingat danau yang memiliki kehidupan didalamnya adalah danau yang selalu dihiasi dengan riak. Begitupun kata, sampaikan kata yang keluar dari dalam hati dengan simpati, maka keberadaan pemilik akan dinanti.
Himpunan waktu dan hidup ini selaras dengan jumlah kata yang pernah dikeluarkan, peradaban dan sejarah terukir melalui kata yang diimplementasikan dalam tulisan. Kata bagaikan anak sungai yang sedang menuju hilir, mengalir bersama dengan muatan-muatan yanga da didalamnya.

Maka camkanlah peradaban manusia terukir diatas setiap kata yang keluar dari lidah, berhati-hatilah dengan kata!


Add to Technorati Favorites
Hari Rabu siang adindaku yang kata ibu dulu kayak arimbi baru mentas dari kali, ngirimin sebuag sms singkat, lah piye tho sms ya mesti singkat kok ya ada sms singkat? Maksudnya itu kalau biasanya sms dari istri puanjang-puanjang, sejak tak godaian dia ngga pernah romantis. Malah balesannya ngirim sms yang intinya cuman secuil bisa sepanjang sungai. Nah kali ini ngga biasanya sms nya suingkat padat jelas dan bikin berbunga-bunga. Gimana ngga isinya ”mas, tak beliin Ketika Cinta Bertasbih 2 dibaca ya?”. wah girangnya ngga ketulungan sampai-sampai pingin cepet pulang padahal jam dinding baru saja berdetak 2 kali.
4 hari lagi libur, membuat setiap sendi ini menjadi malas tuk bergerak, namun tak kubiarkan itu terjadi dalam 4 hari harus kususun agenda tuk mengisinya dengan sesuatu yang bermanfaat paling ngga untuk lebih menyenangkan keluargaku. Kumulai dengan hari pertama, dapur tempat cucian dan atap belakang harus butuh diperhatikan. Jadilah 1 hari penuh di hari kamis mbenerin atap belakang yang hanya terbuat dari asbes dan diselingi terpal panjang karena memang masih belum sanggup menjadikannya plafon dan genteng. Lah mau gimana lagi namun masih syukur tembok yang mengelilinginya tinggi jadi si arimbi mau nekat buka jilbab dibelakang juga ndak akan kelihatan dari luar.
Hari pertama libur atap beres, sama dapur yang kelihatan berantakan tak rapikan, membuat longgar ruangan yang kelihatan sempit, selonggar senyum indah di bibir istriku. Ashar sudah terdengar sempatin dulu ngadep yang punya waktu dan yang ngasih kesempatan hidup. Jam 4 kopi anget udah tersedia, fidza udah minta diajakin jalan-jalan sore, ya sekalian bundanya to buat pemberat boncengan belakang agar bila kena lubang ndak mendal-mendal. Ya kalau gitu sekalian romiznya, biar jangkep depan 2 belakang 2. jalan-jalan sore udah jadi kebiasaan fidza. Makanya tiap sore menjelang dia akan minta diajak keliling komplek dan belakang bukit. Memang komplek rumah ada disekitar perbukitan. Dulu katanya disini masih hutan dan bukitnya masih banyak pohon besar, namun kini sudah banyak perumahan namun tanpa merubah kontur tanah yang masih berbukit dan banyak pohon pelindungnya. Jadi kelihatan masih asri dan hijau. Hari pertama libur ini kudapat makna cinta dalam 2 versi, pertama cinta akan berbunga ketika kukorbankan segenap tenaga dan pikiran tuk membuatnya tetap harum dalam setiap sruputan kopiku. Dan kedua cinta itu seperti angin yang menerpa wajahku ketika putri kecilku duduk dipangkuanku dan istriku menggelayut mesra dibelakangku diatas motor bututku sambil bercanda ria.
Karena keringat terforsir seharian, yang biasanya hanya duduk tenang dikantor yang kerja cuman otak sama jari. Hari ini sekalian olah raga yang kerja seluruh badan otak dan okol dipakai, dan hasilnya dapur belakang jadi lebih teduh dan lebih longgar.
Hari Jumat menjelang matahari agak mendung, dan tak disangka memang hujan akan turun, namun hanya gerimis. Hujan tapi masih ada panas. Jadinya suasana gerah karena hawa lembab. Dan agenda hari Jum`at seperti telah disepakati adalah gardening, weh ini salah satu kegiatan favorut keluarga dalam mengisi liburan. Hampir seluruhnya kotor dengan tanah dan lumpur kalau hari berkebun telah dicanangkan. Mungkin hanya romiz yang masih 3 bukan yang ngga ikutan. Alangkah senangnya fidza bermain dengan lumpur dan air, malah ikutan hujan-hujanan. Dimulai dengan membersihkan jalur depan didepan pagar disamping kiri kanan jalan didepan rumah kami. Rumput dan bebatuan kami singkirkan. Kami gantid engan tanaman pot yang selama ini kurang terawat yanga da didalam pagar. Halaman paling depan luar pagar depan rumah kami tak urung berubah menjadi sejuk dan rindang. Ketika kami ganti dengan pohon samo kecik, jambu klutuk dan matoa. Nah ini buah matoa ini yang jarang orang tahu makanya tak tanem didepan biar nanti kalau buah semu orang bisa merasakan legitnya. Dan taman utama kami yang tepat didepan kamar utama yang menjadi sudut favorit saya dalam membaca. Duduk didalam jendela, menghadap taman yang hijau. Wah bisa lupa makan lupa tidur. Taman itu tak sulap menjadi seperti taman gantung babilonia. Lah emang saya pernah liat apa ya? Dibagian tanahnya tak bersihin hingga ke akar-akar tanaman kemudian telpon teman yang punya usaha nursery, dan minta kirimin rumput manila. Dan tak berapa lama dengan transaksi pertemanan rumput manila telah terpasang rapi di setiap penjuru taman yang masih terlihat tanahnya. Kini telah tertutup rumput kerdil itu. Di 3 sudutnya saya bangun semacam 3 pasak sebesar pohon kelapa dewasa. Untuk naruh 3 buah bonsai adenium yang telah matang dan siap dipajang didalam pot keramik berukir bunga. Berwarna tembaga pesanan istri.
Ketika melihat ada bambu teronggok dipojokan rumah otak berpikir bagusnya buta apa ya? Tak menunggu lama istri terinspirasi dengan pohon anggur yang mulai besar di pojokan rumah. Jadilah kubuat bambu itu sebagai rumah-rumahan kecil tempat anggur-anggur itu merambat disamping juga untuk pegangan tanaman serai merah untuk merambat juga. Akhirnya hari jum`at selesai sudah menjelang akan dimulainya shalat jum`at di masjid terdekat. Bergegas untuk segera menunaikan amalan wajib itu. Hari ini Jum`at diawal tahun yang baru cinta kudefinisikan seperti lumpur coklat,kotor, lekat, susah lunturnya.
Hari ke-3 dalam libur ini kuterbangun ketika fajar masih menyingsing setelah salat subuh dan beberapa lembar mushaf kubaca, aku bingung akan kuisi apa hari ini. Setelah sekian lama berpikir dan mencari kesibukan tetap tak kutemukan jawaban, hingga jam 10 ketika matahari sudah berada beberapa tonggak diatas kepala tetap saja otak ini masih kosong dan yang bis akulakukan adalah bermalas ria bersama istri yang telah selsai tugas dapurnya, dan juga bersama fidza dan romiz hingga adzan dhuhur yang kami lakukan hanya bercanda sambil sesekali menghidupkan TV dan mendengarkan musik menghilangkan kejenuhan. Tiada yang menarik tuk dilakukan. Dalam hal ini kami sepakat belanja dan menghabiskan waktu di mall bukanlah jalan terbaik, maka kami habiskan hari itu dalam kemanjaan canda tawa dan cumbuan bersama.
Di hari ke-3 itu kudapat makna cinta dari ucapan istri. Hari ini membosankan, itu-itu saja. Namun walau semua terasa hambar tetap rasa itu masih menyelingi di setiap senyum dan tawa kita. Makna cinta hari ini adalah cinta itu membosankan malah terkadang menjemukan dan seperti kita terjebak didalam sebuah ruangan tanpa pintu dan tanpa jendela.
Dimalam hari ke-3 baru teringat buku yang dibelikan arimbiku ini. Ketika Cinta Bertasbih 2 karangan kang Abik yang terkenal itu. Jadi untuk hari ini saya ijin ke istri untuk minta waktu menghabiskan 1 buku itu. Syukur Alhamdulillah istri mengijinkan dan memberikan saya waktu sampai selesai buku itu. Mungkin ini yang disebut ummi di DSH forum dulu dengan ME TIME ya? Jadi ya selama saya baca novel pembangun jiwa itu memang benar-benar pembangun jiwa, selain jalan ceritanya yang menarik dan mempermainkan emosi si pembaca juga ada banyak nasehat dan petuah yang tertuang didalamnya. Seperti petuah terakhir yang disampaikan khairul azzam di pengajian mengupas kitab jalalainnya. Yang memberikan definisi malas akibat dan dampak yang ditimbulkan dari malas. Yang membuat diri ini terlecut tuk segera berubah. Namun ada yang membuat saya agak kurang sreg dengan karya kang abik bagian buku ini. Yaitu Ketika Cinta Bertasbih 2 sepertinya kesannya Kang Abik hanya ingin menyelesaikan novel sambungan yang pertama, Emosi yang terlibat dalam membacanya hanya terasa di separuh bagian pertama, di separuh bagian kedua saya seperti membaca artikel koran, seperti tidak pakai emosi lagi. Padahal dibagian itu ada kejadian ketika ibu azzam meninggal dunia karena kecelakaan. Peristiwa meninggalnya seorang ibu bagi pembaca yang pernah kehilangan seorang ibu adalah bagian yang akan mencampur adukkan emosi pembaca dengan pengalaman pribadi pembaca ketika emosi itu dibangkitkan kembali melalui tulisan. Namun di bagian itu saya hanya seperti membaca koran harian. Tidak ada emosi didalamny, padahal juga say pernah kehilangan seorang ibu.
Saya jadi kurang memahami permainan emosi yang biasanya ada dalam setiap karya Kang Abik. Sepertinya Kang Abik hanya berusaha menunaikan janjinya pad apembaca tuk menyelesaikan novelnya atau Kang Abik sudah kehilangan sumber inspirasi dibagian terakhir novelnya. Sehingga tak bisa lagi membuat si pembaca terhanyut dalam suasana jalan ceritanya.
Namun sekurang apa karya manusia tetaplah tidak akan pernah menjadi sempurna, karena kesempurnaan adalah selendang Allah, bukanlah hamba yang hina dina. Tetap ucapan terima kasih terucap untuk Kang Abik yang telah memberikan embun dalan gersangnya sastra di indonesia. Memberikan penyuk didalam hati yang meranggas ini. Tepat jam 4 sore 1 buku etlah terselesaikan.tepatnya jam 4 sore hari ke -4. jadi ya novel itu kuselesaikan dalam 2 hari. Disamping ditunda tuk acara shalat dan meladeni sikecil bermain dan bobo. Dan me time ku telah kuminta pada istriku yang menjadikan diri ini sedikit bersalah karena meminta waktu yang mendeskripsikan diri ini begitu egois. Walaupun saya seorang kepala rumah tangga namun sisi egois itu kadang muncul begitu hebatnya. Meminta bagian lebih untuk dipenuhi. Dari di hari terkahir itu kudapati makna cinta adalah sisi egois manusia dalam menenuki waktu pribadinya tuk bercengkerama dengan rasa yang timbul didalam hatinya.
Apakah makna cinta itu sudah sempurna kutemukan dalam 4 hari liburanku bersama keluargaku? Tidak cinta masih banyak bentuk dan rupanya, sehingga bila didefinisikan akan memenuhi telaga dengan cinta. Sangat banyak hingga bila seluruh hidup ini dibuat liburan tak akan cukup tuk mendefiniskan makna cinta. Dan hanya cinta Hakiki yang akan membawa kebahagiaan tiada tara tanpa luka dan duka. Hanya cinta dengan sebab yang sejati yang akan membawa cinta sejati.

src="http://static.technorati.com/pix/fave/tech-fav-1.png" alt="Add to Technorati Favorites" />
Siapa yang tahu umur setiap manusia, apalagi manusia tak berguna seperti diri ini. Siapa pula yang akan menebak kapan malaikat kematian akan menjemput, itupun tak seorang pun tahu akan dijemput dengan cara bagaimana. Bisa jadi malah sebelum sempat menghirup nikmatnya dunia, Yang Kuasa sudah menetapkan tuk mati, siapa yang bisa komplain, protes atau mau demo.
Baiklah itu adalah kemustahilan, namun bagaiaman kalau saya berujar itu seandainya saya bisa tahu umur saya dari patokan kanjeng Nabi saya. Paling ngga aku bisa bilang kini aku ada di sepertiga umur saya. Kemudian disepertiga umur ini aku butuh istirahat. Bukan jasadi yang pingin kuistirahatkan bukan pula otak dan pemikiran didalamnya. Juga ngga mungkin ku menyuruh roh ku tuk sejenak keluar dari tubuh dan istirahat di surga.
Namun keimanan saya butuh istirahat, istirahat dari godaan yang melenakan. Duduk sebentar menghirup nafas halaqoh. Memperbaiki shaf yang tak lurus, yang menyisakan beberapa lubang shalat yang kentara. Keimanan ku itu kata seorang yang mafhum agama adalah seperti per. Melingkar dalam lingkaran yang tetap. Namun per itu yang harus dikondisikan apakah harus diletakkan melintang yang berarti merugi, diletakkan terjungkir yang berarti terlaknat atau mau diletakkan tegak berdiri yang berarti aku adalah salah satu orang yang beruntung.
Iman yang kuyakini sebagaimana kuyakini asinnya rasa garam dan manisnya rasa gula, dan hanya diriku ini yang bisa mengentepretasikannya ke dalam pemahamanku bahwa ya yang asin itu garam dan yang manis itu gula. Bila lidah sudah memberikan persetujuan dan pemahaman otak sudah memberikan approval tentang asinnya garam dan manisnya gula. Maka keyakinanku akan mengiyakan tentang garam dan gula.
Selama imanku masih meyakini hal itu maka kini elah tenang seluruh anggota tubuhku baik yang terlihat maupun tidak. Dan saatnya kini tuk beristirahat membersihkan kembali debu-debu yang sempat menempel, membasuh lagi kotoran-kotoran yang sempat terinjak. Agar tak lagi hitam apa yang disinggahinya.
Mungkin di sepertiga umur yang tak pasti inilah saat yang tepat tuk bertolak dan melesat, bergerak menuju pelita. Dan hanya Tuhan yang tahu apakah memang benar ‘pelita’ itu yang kutuju ataukah malah ada petromak di ruangan lain yang memancarkan jauh lebih banyak cahaya dari ‘pelita’ yang sedang kutuju ini. Dibalik tanda Tanya besar yang hinggap itu maka aku harus istirahat di sepertiga umur ini dan meresapi kembali tiap lembar daun yang jatuh kebumi. Tiap tetes air hujan yang turun membasahi bumi. Tiap hembusan awan yang bergerak tanpa tali.
Istirahat bukan berarti berhenti…………


Add to Technorati Favorites
Di sebelah rumah ada tanah kosong ukuran tidak lebih dari 4 x 9 meter, saya sedang ingin budidaya perikanan. namun saya sedang bingung mana yg harus saya pilih. lele, patin ataukah Lobster air tawar. setelah browsing berhari-hari mendalami 3 ikan air tawar itu. saya masih tetap bingung. adakah yg bisa ngasih masukan dari 3 pilihan itu?

Add to Technorati Favorites